Kamu
seseorang yang mampu membuatku jatuh, ya jatuh hati ssejak pandangan
pertama, iyaaa hanya kamu sosok yang
selalu aku perhatiakn disela – sela jam kosong di kelas..
Kamu…
Seseorang yang mampu membuatku
malu untuk menyapa dan menegurmu karena aku tak mampu bertatapan langsung dengan matamu.
Kamu
satu kata yang selalu ada dan terlintas
dipikiran maupun alam bawah sadarku.. iya kamu seseorang yang selalu aku bangga
– banggakan
kamu seseorang mampu membuatku terbang setinggi – tingginya
dan kamu juga yang mampu membuat aku
terjatuh seketika
Hanya Kamu iyaaa hanya kamu….
Entah
aku mulai dari mana untuk dapat mendefinisikan tentang sosok mu, sosok yang
mampu membuatku merasakan sebuah perasaan yang aneh, perasaan yang tak mampu
aku definisikan…
Dia
seorang pria berbadan tegap yang memiliki tinggi sekitar 175 cm berkulit sawo
matang , berambut hitam dan cepak yeng memiliki sikap dingin, yaaa mungkin itu yang
pertama kali orang katakana ketika mengenalnya. Awal pertama kali ku
mengenalnya ketika beberapa tahun yang lalu aku mulai berkuliah di universitas
swasta yang ada di bekasi dan akupun satu jurusan dengannya. Di awal masuk
kuliah aku melihat seorang pria berbadan tegap memakai kemeja kotak” dengan
ransel selempang dipinggirnya,..didalam hatiku berkata siapa ? siapa dia ? …
walaupun aku sekelas
dengannya tak pernah ada sedikitpun perkataan yang terucap antar kita berdua,
kita tak pernah saling sapa atau sebatai “hai” . mangapa ? mungkin karena aku sendiri yang tak
mampu untuk memulai percakapan antar kita berdua…. Aku malu yaa benar aku malu
terhadapnya…
Sudah satu
semester kita lalui bersama tapi tetep saja tetap saja tidak ada perubahan, ya
tetap saja tidak ada keberanian untuk ku dapat mengenalnya, aku takut, aku
takut ia tidak mau berteman denganku, selama itu aku hanya bias mencuri – curi
pandang terhadapnya. Hanya bias mengagumi sosoknya dari kejauhan. Setelah
beberapa lama dalam sebuah obrolan dikelas kamipun berbicara ya, dan terlihat
dia orang yang dingin dan tak mengasyikan yaa bias dibilang sombong dan
perkataanya itu kadang menyakitkan,, ya walaupun aku tau mungkin dia hanya
bercanda. Sejak saat itu tanpa aku sadari aku berkata kepada temanku “ ih gila
tuh cowok ngomongnya nyelekit banget ! ga mau deh gur deket- deket sama dia !”.
Selama aku
mengenalnya beberapa bulan itu jangankan memiliki nomer hpnya, bertegur sapa
pun tak pernah. Pernah aku iseng ngeadd akun facebooknya dan akupun diACC
olehnya… akupun mecari tau dirinya untuk pertama kali hingga akhirnya aku tau
dia sudah memiliki seorang kekasih. Perasaanku sakit setelah tau hal itu, dan
aku pernah memberanikan diri ngechat di akun facebooknya tapi dia hanya
membalasnya dengan singkat, aaaah aku pun merasa memang ga akan mungkin aku
akan bias deket dengannya.
Tapi semuanya
berbalik pada saat semester 2 aku mulai berkomunikasi dengannya yaa pastinya
dengan bantuan jejaring social “facebook” diawali dengan mananyakan tugas-
tugas perkuliahan dsb, walaupun kita sangat jarang melakukannya. Walupun kita
berkomunikasi di facebook tapi dalam dunia nyata yaa dikelas tetap saja kita
saling diam.. makin lama kita makin intens berkomunikasi di media social dengan
membahas perkara tugas kuliah. Tapi walaupun begitu aku sangat senang.
April…
bulan dimana aku tak dapat melihat sosoknya hadir dikelas, dia kemana ? kenapa
dia tak masuk hari ini. Hatiku nertanya-tanya… beberapa hari dia tak masuk.
Hingga akhirnya dia pun kembali masuk
kelas dan akupun senang karena aku bias memandanginya dari kejauhan… tapi tetap
saja aku belum ada keberanian untuk dapat menghampirinya, mengobrol dengannya
secara nyata tak hanya sebatas yang kami lakukan di media social.
Mei
Awal bulan dimana aku tak dapat
melihat kehadiranya dikelas, sudah beberapoa hari iya tak masuk kelas.. aku
sedih dibuatnya.. sudah 3 hari iya tak masuk kuliah.
Pada hari kamis iyapun masuk
kembali dengan menggunakan kemeja kotak- kotak berwarna biru dan ketika
berlangsung iya duduk tepat dibelakang aku. Disitu aku memberanikan diri
bertanya dan meminta alamat twitternya diapun menuliskan nama twitternya di
bukuku, yang sampai saat ini tulisan itu masih aku simpan dengan baik. Dan aku
tak menyangka hari itu adalah hari terakhir aku dapat melihatnya di kelas.
Karena setelah itu iya kembali tidak pernah masuk kuliah, setelah beberapa hari
berlalu Pas malam tiba aku membuka
facebook dan ternyata dia pun sedang online. Aku pun memberanikan diri untuk
memulai obrolan untuk pertama kali denganya. Aku pun mengatakan “ hai, kemana saja
kok kamu ga masuk si udah beberapa hari
“ dan iya pun menjawab” iyaaaa ni lagi ada urusan”, “oh iyaa masuk loh ada yang
nanyai tuh bu guru agama “ kataku dan iyapun menjawab “iyaa nanti gue masuk”
Setelah kejadian itu esoknya aku
menunggu kehadiranya lagi dikelas tapi ? tetap saja dia tidak datang. Seminggupun berlalu akupun membuka facebook
lagi dan melihatnya sedang online, akupun mengechatnya kembali dan berkata hei
kemana aja udah seminggu ga masuk ? dia menjawab iyaa gue lagi ada urusan ni
belum selesai”, ibu agama nanyain elu mulu, elu ga pernah masuk ? dia kangen sama
lu,, kataku kepadanya padahal andai dia tau sebenernya aku yang merasakan itu.
Dan diapun berkata “ tanggung gue seminggu lagi aja ga masuk kan pas tuh jadi 2
mingguan” bilang aja gue kebali gitu. Katanya. Dua minggu pun berlalu dan
akupun tak melihat kehadirfanya di kelas. Akupun terus memberanikan diri
menanyakanya melalui facebook karena memang aku tak mempunyai nomer
ponselnya. Semenjak itu kami mulai
intens untuk berkomunikasi.
Masih dibulan yang sama dan
dengan cara yang sama akupun berkomunikasi dengannya dan kamipun bertukar
nomerponsel dengannya dan kamipun semakin dekat… disitu aku merasa tidak
percaya dengan apa yang sedang terjadi yaa dengan kedekatan kami yang memang
sudah lama aku harapkan. Setiap hari kami berkomunikasi hingga tepatnya pada akhir
mei tepatnya jam 5 pagi aku mendapatkan
kabar bahwa dia pergi untuk mengikuti pendidikan di bali. Disitu aku sangat
sedih dan tanpa terasa air mataku tumpah ketika aku membaca smsnya itu aku
kecewa mengapa dia tak mengatakan akan kepergianya itu sebelumnya, kenapa
ketika aku sudah tertidur ia baru mengatakanya dan berpamitan kepadaku..
Hari- hariku lalui tanpa dirinya
yaa tanpa ada komunikasi antara kami berdua, sedih pasti,dan aku merasa kenapa
ga dari dulu aku memberanikan diri untuk dekat denganya dan kenapa disaat kami
sudah mulai dekat kita dipisahkan lagi. Karena memang aku menyayanginya akupun
akan menunggunya kembali dan ada kata” pada pesan singkatnya sebelummiya
berangkat yang membuat saya kuat “ JIKA KAMU MAU NUNGGU AKU 7-8 BULAN KEDEPAN KAMU
SIAP MENJADI PACAR SEORANG POL*S* ? KALO IYAA AKU BAKALAN CRI KAMU KOK
NANTINYA” itu kata” yang membuat akumkuat menjalani hari- hari aku karena aku
yakin dia akan mencari aku.
Dua bulan pun berlalu tepatnya
tanggal 3 agustus 2013, aku sedang mengantarkan temanku berbelanja di sebuah
tempat beberbelanja di kota bekasi, pada saat itu aku mendapatkan sebuah sms
yang berisi “ ini wulan bukan ? dengan nomer baru yang akupun tak tau
pemilikinya siapa.
iyaa ini wulan, maaf ini siapa ?, ini gue andr*. Maaf aku baru bias
ngehubunginkamu sekarang kemarin sedang masa dasbhara jadi hp aku titipin ke
pengasuh aku. Dan disitu aku bahagia
sekali dan tanpa aku sadari aku meneteskan air mata, ya air mata kebahagiaan
setelah 2 bulan aku lost contact denganya..aku menangis tanpa mempedulikan
keadaan disekitarku… dan diapun meneleponku.. dan kamipun berbincang-bincang
melepaskan kerinduan yang kami rasakan…
Setelah itu akupun itens
berkomunikasi dengannya bali – bekasi jarak yang cukup jauh.. dan seminggu
sebelum lebaran aku mendapatkan kabar iyaa akan libur dan pulang kerumah,
teteapi saying iya tak kembali kebekasi iyaa pergi kerumah neneknya di jawa
timur. Aku sangat sedih sekali karena aku ingin sekali bertemu dengannya,
melihat keadaanya secara langsung tidak hanya mendengarnya melalui telepon
seluler.
Hari berganti hari bulan berganti
bulan kita lalui semuanya seperti biasa berkomunikasi walau dengan waktu yang
terbatas karena memang dia sedang menempuh pendidikan perbedaan jam pun tak
menjadi halangan, aku selalu menunggu dia memberikan kabar kepdaku, jam 19.00
WITA aku baru dapat berkomunikasi denganya itu pun hanya sejam saja karena dia
akan melakukan apel malam. Selanjutnya pukul 9.00 WIB aku baru bias
berkomunikasi dengannya, aku selalu menunggu dia mengabariku walaupun aku saat
mengantuk sekali, tapi demi dia aku mengesampingkan rasakantuku itu. Aku ingin
selalu ada untuknya, menghilangkan rasa lelahnya dan bosanya saat menjalani
pendidikan juga aku ingin menjadi tempatnya un tuk berbagi walaupun aku tau aku
berada jauh dengannya. Aku bahagia aku sangat bahagia walau aku berada jauh
darimu…. Aku merasakan perasaan yang berbeda denganmu perasaan yang tak pernah
aku rasakan dengan yang lain.
Setiap sabtu malam aku selalu
meneleponnya , aku ingin mendengar suaranya suara yang aku sangat rindukan
beberapa bulan ini, dan ada sebuah lagu yang tak pernah aku lupakan hingga saat
ini yaitu lagu Dewa 19- Kangen, itu lagu yang dia nyanyikan untuku.
Hubungan kami berjalan baik- baik
saja hingga akhirnya dia selesai menjalankan pendidikan selama 7 bulan, aku
merasa bahagia akhirnya aku akan dapat bertemu denganya dan tidak harus
berjauh2an seperti sekarang ini. Dan aku berharap semuanya akan terbalas dengan
kebahagiaan.
setelah selesai pelantika ia
kembali ke Jakarta dan mendapatkan libur selama 2 minggu, tapi setelah dia
kembali dia tak menemuiku,,, dia mengatakan dirinya sibuk, mencari peralatan-
peralatan yang dibutuhkan untuk pekerjaanya mempersiapkan sepatu baju dan
sebagainya. Dengan rasa kecewa dan sedih aku mengerti apa yang dia bilang dan
mencoba untuk mengalah..
untuk mempersiapkan pertemuan
dengannya, aku ingin berpenampilan terbaik aku bukan wanita yang terbiasa
memakai alat make up, bahkan untuk kuliahpun aku jarang memakan bedak, demi
nbertemu denganya aku membeli bedak, lipstick, minyak wangi, mascara, eyeliner,
hanya untuk bertemu dengannya aku sudah mempersiapkannya jauh- jauh hari tanpa
dia ketahui.
Tapi seminggu berlalu tak ada
tanda- tanda iya akan menemuiku, teman kuliahku berpesan untu mengajaknya
datang kekampus mungkin teman- temanku rindu terhadap kehadiranya. Akupun
mengatakanya akan tetapi iya tak memberikan tanggapan yang pasti akan datang
kekampusku.
Hari esoknya tepat tanggal 7
januari 2014
Seperti biasa aku tak yakin dia
akan menemuiku, akupun berpenampilan ala kadarnya memakai baju berwarna merah
marun, kerudung coklat, celana levis hitam dan sepatu sandal berwarna biru
tanpa memakai bedak sedikitpun. Saat itu aku sedang berlatih tari dengan teman-
temanku. Tiba- tiba hpku berbunyi dan terdapat sms berkata “ yang aku di depan
lab sekarang. Kamu dimana ? “
Saat itu aku tak dapat berkata
apa” bahagia sekali, orang yang berbulan” aku tunggu kedatangannya akhirnya
datang menemuiku, disitu aku kembali meneteskan air mata, aku malu sekali untuk
bertemu dengannya. Dan aku menyesal kenapa aku berpenampilan seperti ini apa
yang aku persiapkan semuanya gagal total aku tak bias memberikan penampilan
yang terbaik terhadapnya.
Akupun menemuinya ditemani oleh sahabatku,
hatiku berdegup kencang, perasaan takut, bahagia, malu, gugup semuanya campur
aduk kesanya hatiku ini ingin copot dibuatnya. Aku pun duduk di depan lab dan
mengirimkan pesan kepadanya “ aku sudah sampai ni” dan akupun melihat sosok itu
keluar dari lapangan uniprenur sosok yang sudah lama tak aku lihat,
denganmenggunakan jaket berwarna krem bertuliskan jagaditha, celana jeans
panjang berwarna biru tua, diapun datang menghapiriku kamipun bersalaman dan
mengobrol bersama…. BERSAMBUNG…..